Menumbuhkan Ekspresi dan Kepercayaan Diri Komunitas Difabel Melalui Tari Pependetan Nirmala

  • Oct 25, 2025
  • I Gede Tunjung

Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang diketuai oleh Prof. Dr. Ida Ayu Trisnawati, SST., M.Si., melaksanakan kegiatan bertema “Inovasi Seni dari Keheningan: Membangun Ekspresi dan Kepercayaan Diri dari Komunitas Difabel melalui Tari Pependetan Nirmala” di Kabupaten Buleleng, Bali.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen ISI Denpasar dalam memberdayakan komunitas difabel, khususnya warga Kolok Bengkala — komunitas tunarungu yang telah lama dikenal dengan kekayaan budaya dan semangat kebersamaannya. Melalui pendekatan seni tari, program ini berupaya membuka ruang ekspresi, memperkuat rasa percaya diri, serta menumbuhkan potensi kreatif dari para penyandang disabilitas.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian masyarakat ISI Denpasar juga melakukan audiensi langsung dengan para calon penari warga Kolok serta para penabuh di KEM Kolok Bengkala. Pertemuan ini menjadi ajang berbagi inspirasi sekaligus menjembatani proses kolaborasi antara akademisi, seniman, dan masyarakat lokal.

Prof. Trisnawati menyampaikan bahwa seni memiliki kekuatan besar untuk menjadi sarana komunikasi universal, terutama bagi komunitas yang hidup dalam keheningan. “Melalui Tari Pependetan Nirmala, kami ingin menghadirkan ruang di mana ekspresi tak lagi terbatas oleh kemampuan verbal, tetapi justru tumbuh dari kepekaan tubuh, ritme, dan jiwa,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan model pelatihan seni inklusif di Bali, serta memperkuat peran ISI Denpasar dalam mendorong inovasi seni yang humanis dan berkelanjutan.